DERITA SANG IBU SAAT MENGANDUNG SAMPAI MELAHIRKAN SANG BUAH HATI


DERITA SAAT MENGANDUNG SAMPAI MELAHIRKAN SANG BUAH HATI
Saat kita berada dalam kandungan seorang ibu. Ibu membawa kita dalam kandungannya kemanapun ia pergi, ia merawat kita dengan penuh kasih sayang dan dengan penuh pengaharapan agar bayi dalam kandungannya itu ketika saat akan lahir, bisa terlahir dengan selamat.
Hari demi hari, waktu demi waktu ia jalani hidup ini dengan beban kandungan dalam perutnya, bahkan ketika kandungannya sudah semakin membesar di situlah pederitaannya semakin bertambah, dimana ia hendak tidurpun ia sangat susah untuk berbaring sebagai mana biasanya, ketika berjalanpun ia semakin melemah karena begitu beratnya membawa kita yang ada dalam kandunganya.
Namun semua penderitaan itu tidak ia hiraukan, yang dia harapkan ialah kehadiran sang buah hati yang nanti akan terlahir.
Dan tibalah saat dimana kita di lahirkan, saat itulah dimana penderitaan seorang ibu semakin bertambah, dia mempertaruhkan jiwa raganya dan di situlah seorag ibu berjuang habis-habisan, bahkan saat itu adalah saat dimana seorang ibu harus berjauang ANTARA HIDUP DAN MATI.
 Karena begitu hebatnya derita yang di alami ibu saat melahirkan seorang anak, dia tidak peduli lagi dengan dirinya sendiri, dia tidak peduli lagi dengan orang-orang di sekelilingnya, tapi yang dia harapkan adalah keselamatan anaknya yang akan di lahirkan.
Setelah habis-habisan bejuang dengan menguras semua tenaga demi kelahiran buah hatinya, terdengarlah suara tangisan seorang bayi, pada saat itulah hatinya merasa bahagia. bahagia yang bercampur dengan rasa lelah. Tapi dengan melihat buah hatinya terlahir dengan selamat sampai-sampai rasa lelah di waktu itu hilang seketika.
Kepada kalian para anak dari ibu kalian, Apakah tidak cukup penderitaan yang di alami oleh ibu kita ini menjadi sebuah renungan bagi  kita agar kita menjadi anak yang selalu  berbakti kepadanya dan menyayanginya? Masihkan kita harus menjadi anak nakal setelah tahu bahwa pengorbanan ibu untuk kita begitu besar? Haruskah kita mengecewakannya, menyakiti hatinya, atau bahkan berbuat zalim kepadanya?

Kalaulah kita sampai membuat hati ibu kita terluka bahkan sampai menetes air mata dari matanya yang indah itu, DURHAKALAH kita sebagai seorang anak.  Bukankan dalam islam di ajarkan bahwa berkata ‘’Ahh’’ saja itu tiada di perbolehkan. Apalagi kalau sampai kita menyakitinya, sungguh surga tidak akan kita dapatkan apabila ada goresan dalam hati ibu kita karena perbuatan kita kepadanya, bahkan wangi surgapun jangan harap kita bisa menciumnya. Karena surga kita ada pada ibu kita, surga ada di bawah telapak kakinya dan Ridho Allah tergantung kepada ridhonya begitupun dengan murka Allah itu tergantung kepada murkanya.

Komentar